Setelah sebelumnya kita membedah Strategi Backup Data 2026, banyak yang bertanya: “Mana yang harus didahulukan? Pasang server backup sendiri di kantor (On-Site) atau langsung lempar ke Cloud (Off-Site)?”
Pertanyaan yang sering muncul setelah itu adalah lebih baik backup on-site, off-site, atau kombinasi keduanya?
Jawabannya tidak hitam-putih. Artikel ini akan membantu Anda menentukan strategi backup data yang paling tepat sesuai kebutuhan bisnis, anggaran, dan risiko perusahaan.
Baca Juga: Strategi Backup Data 2026
On-Site Backup: Kecepatan Lokal, Kendali Total
On-site backup adalah metode penyimpanan data di lokasi fisik yang sama dengan infrastruktur utama Anda, seperti menggunakan NAS, SAN, atau tape drive di data center lokal.
Kenapa Perusahaan Anda Membutuhkannya?
- Recovery cepat: tidak ada yang mengalahkan kecepatan kabel LAN/Fibre Channel. Saat database produksi korup, Anda bisa melakukan recovery bergiga-giga dalam hitungan menit tanpa pusing memikirkan bandwidth.
- Kontrol penuh dan privasi: Anda yang pegang kuncinya. Tidak ada pihak ketiga yang terlibat, sehingga cocok untuk data yang sangat sensitif.
- Efisiensi biaya jangka panjang: setelah melewati fase CAPEX (pembelian hardware), biaya operasionalnya cenderung stabil dan murah.
Apa Risikonya?
- Rentan terhadap bencana fisik: Jika kantor mengalami kebakaran, banjir, atau pencurian, data backup Anda ikut lenyap bersama server produksi.
- Beban maintenance: tim IT Anda harus mengurus cooling, listrik, hingga penggantian disk yang rusak secara mandiri.
- Skalabilitas terbatas: saat data tumbuh, solusinya seringkali hanya satu yaitu beli hardware baru.
Off-Site Backup: Benteng Pertahanan dari Bencana
Off-site backup (termasuk Cloud Backup) menyimpan data Anda di lokasi yang berbeda secara geografis. Di tahun 2026, strategi ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan standar wajib. Gartner memprediksi bahwa pada tahun ini, 50% organisasi akan meninggalkan infrastruktur backup tradisional mereka dan beralih sepenuhnya ke model Backup-as-a-Service (BaaS).
Hal ini didorong oleh kebutuhan mendesak akan Cyber Resilience, sebagaimana ditekankan dalam Gartner 2026 Strategic Roadmap for Storage. Menyimpan data di luar lokasi fisik utama (off-site) menjadi satu-satunya cara untuk memastikan ketersediaan data saat sistem lokal dilumpuhkan oleh bencana alam atau serangan ransomware yang semakin agresif di era AI ini.
Kenapa Perusahaan Anda Membutuhkannya?
- Resiliensi terhadap bencana: apapun yang terjadi pada kantor pusat, data Anda aman di belahan bumi lain. Ini adalah kunci utama Business Continuity.
- Skalabilitas tanpa batas: butuh tambahan 10TB hari ini? Tidak perlu menunggu pengadaan hardware berbulan-bulan.
- Aksesibilitas tinggi: tim IT bisa melakukan monitoring dan recovery dari mana saja, selama ada koneksi internet.
Apa Tantangannya?
- Ketergantungan internet: proses restore data dalam skala besar (misal: Full VM Restore) akan sangat bergantung pada bandwidth.
- Biaya tak terduga (hidden cost): beberapa layanan backup menerapkan skema biaya restore yang menjadi munculnya biaya tak terduga.
- Kepatuhan regulasi harus diperhatikan: lokasi data, data sovereignty, dan compliance (misalnya regulasi di Indonesia) wajib dipastikan sejak awal.
| Fitur | On-Site Backup | Off-Site (Cloud) Backup |
| Metrik Utama | Kecepatan & Kontrol | Ketahanan & Skalabilitas |
| Kecepatan Restore | Sangat Cepat (LAN/Fibre) | Tergantung Bandwidth Internet |
| Keamanan Fisik | Tanggung Jawab Internal | Terjamin (Data Center Tier 4) |
| Ketahanan Bencana | Rendah (Rentan Bencana Lokal) | Tinggi (Geographically Diverse) |
| Model Biaya | CAPEX (Investasi Awal Besar) | OPEX (Pay-as-you-go) |
| Skalabilitas | Terbatas pada Hardware Fisik | Instan (Tinggal Klik) |
Mana yang Tepat untuk Perusahaan Anda?
Di tahun 2026, debat antara On-Site vs Off-Site sudah mulai bergeser. Di dunia IT modern, pendekatan terbaik adalah hybrid backup strategy, sejalan dengan prinsip 3-2-1 backup yang terdiri dari 3 copy data pada 2 jenis media berbeda dan 1 berlokasi di offsite.
Dengan hybrid backup strategy perusahaan Anda mendapatkan yang terbaik dari kedua dunia:
1. On-Site untuk pemulihan cepat operasional harian (misal: salah hapus file atau server crash ringan).
2. Off-Site sebagai asuransi terakhir jika terjadi data corruption, serangan ransomware total dan bencana alam.
Arupa Backup: Solusi Backup All‑in‑One untuk Ketahanan Bisnis
Arupa Backup dirancang untuk menjawab tantangan data modern dengan solusi Backup dan Disaster Recovery dalam satu platform terpadu yang dirancang untuk membantu perusahaan menghadapi tantangan keamanan data, serangan ransomware, dan kebutuhan disaster recovery yang cepat.
Saatnya menjadikan solusi backup sebagai pilar utama ketahanan bisnis Anda.
Pelajari lebih lanjut tentang Arupa Backup dan lindungi data kritis perusahaan Anda mulai sekarang.
Pelajari lebih lanjut tentang Arupa Backup dan lindungi data kritis Anda sekarang.



