
Memasuki tahun 2026, ancaman siber bukan lagi sekadar risiko teknis, melainkan ancaman nyata bagi kelangsungan bisnis. Merujuk Lanskap Kemanan Siber Indonesia 2024 yang dirilis Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) terdapat lebih dari 514.508 aktivitas ransomware yang secara agresif menargetkan infrastruktur digital di Indonesia. Perusahaan wajib mengamankan data melalui solusi backup data perusahaan andal guna memastikan kelangsungan bisnis.
Realitas di lapangan pun menunjukkan celah keamanan yang mengkhawatirkan:
- 69% perusahaan merasa sistem mereka aman sebelum serangan terjadi, namun rasa aman tersebut jatuh menjadi hanya 20% setelah serangan benar-benar terjadi.
- 89% perusahaan melaporkan sistem backup ikut menjadi target serangan ransomware, baik dikunci, dihapus, maupun dirusak.
Tragedi Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) menjadi bukti sejarah betapa ketiadaan sistem pemulihan yang mumpuni dapat menyebabkan kelumpuhan layanan publik secara total. Tanpa strategi kemanan siber yang kuat, bisnis Anda berisiko berhenti beroperasi secara permanen dalam hitungan detik.
Mengapa Backup Tidak Lagi Sekadar Kebutuhan IT, tetapi Strategi Bisnis
Di tahun 2026, backup data telah berevolusi dari sekadar aktivitas teknis IT menjadi fondasi utama ketahanan bisnis (business resilience). Lanskap ancaman siber khususnya ransomware terus meningkat, baik dari sisi frekuensi, skala, maupun kompleksitas serangan.
Berdasarkan berbagai laporan dan pernyataan resmi Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), pola serangan siber kini secara aktif menargetkan data produksi sekaligus sistem backup, menjadikan pemulihan semakin sulit jika tidak disiapkan dengan strategi yang tepat.
Ancaman Siber 2026: Backup sebagai Garis Pertahanan Terakhir
Ransomware modern tidak lagi bersifat oportunistik. Berdasarkan analisis BSSN, serangan saat ini dirancang dengan tujuan utama:
- Mengunci data utama
- Menghancurkan atau mengenkripsi backup
- Menghilangkan seluruh opsi pemulihan
Tanpa backup yang aman, fleksibel, dan sesuai dengan kebutuhan bisnis modern, perusahaan bisa kehilangan kontrol saat krisis terjadi.
Mengapa Backup Sangat Krusial bagi Bisnis di 2026?
1. Kepatuhan Regulasi & Audit Data
Perusahaan saat ini dituntut mematuhi berbagai regulasi dan standar, seperti ISO 27001, standar audit IT internal & eksternal, Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP), dan prinsip data sovereignty. BSSN menegaskan bahwa tata kelola dan backup data merupakan bagian penting dari keamanan informasi nasional. Tanpa backup terstruktur dan terdokumentasi, risiko gagal audit dan sanksi hukum menjadi sangat besar.
2. Menjaga Kelangsungan Operasional Bisnis
Downtime pada sistem kritikal seperti ERP, database utama dan aplikasi layanan pelanggan dapat menghentikan operasional dalam hitungan menit. Dampaknya bagi perusahaan adalah kehilangan pendapatan dan gangguan layanan yang akan menganggu kelangsungan operasional bisnis.
3. Melindungi Reputasi dan Kepercayaan Pelanggan
Kepercayaan pelanggan adalah aset paling mahal di era digital. Insiden kehilangan data dapat menurunkan kredibilitas perusahaan, menghilangkan kepercayaan partner bisnis, dan merusak brand dalam jangka Panjang. BSSN menekankan bahwa dampak serangan siber bukan hanya teknis, tetapi juga finansial dan reputasional.
4. Perlindungan dari Ransomware, Human Error, dan Kegagalan Sistem
Data bisnis dapat hilang karena serangan ransomware, kesalahan manusia (human error) dan kegagalan hardware atau system. Backup menjadi satu-satunya penyelamat data untuk menghadapi tantangan keamanan data, serangan ransomware, dan kebutuhan disaster recovery yang cepat.
Arupa Backup: Solusi Backup All‑in‑One untuk Ketahanan Bisnis
Arupa Backup dirancang untuk menjawab tantangan data modern dengan solusi Backup dan Disaster Recovery dalam satu platform terpadu yang dirancang untuk membantu perusahaan menghadapi tantangan keamanan data, serangan ransomware, dan kebutuhan disaster recovery yang cepat.
Saatnya menjadikan Solusi backup sebagai pilar utama ketahanan bisnis Anda. Pelajari lebih lanjut tentang Arupa Backup dan lindungi data kritis perusahaan Anda mulai sekarang.
Baca Juga: Arupa Cloud Nusantara Resmi Meluncurkan “Arupa Backup”
Hubungi Arupa di marketing@arupa.id atau WhatsApp +62 811–9688–835 di sekarang juga, dan dapatkan konsultasi gratis untuk Arupa Backup.

