Deploy Aplikasi Modern di Zettagrid, Fondasi Cloud untuk Pertumbuhan Bisnis

  • Home
  • Zettagrid
  • Deploy Aplikasi Modern di Zettagrid, Fondasi Cloud untuk Pertumbuhan Bisnis

Portal pelanggan, aplikasi pemesanan, layanan digital, dan integrasi antarsistem semakin menentukan cara perusahaan melayani pasar. Ketika aplikasi menjadi bagian penting dari operasional, infrastruktur perlu mendukung pengembangan fitur, pertumbuhan pengguna, dan perlindungan data.

Bagi perusahaan yang sebelumnya menggunakan server fisik, hosting, atau platform selain VMware, kebutuhan tersebut dapat menjadi titik awal adopsi cloud. Perusahaan bisa membangun aplikasi baru tanpa menunggu seluruh sistem lama dipindahkan.

Deploy aplikasi modern di Zettagrid dapat dimulai dari kebutuhan aplikasi, kapasitas, dan cara pengelolaannya. Zettagrid berperan sebagai penyedia fondasi infrastruktur cloud, sementara arsitektur aplikasi disusun mengikuti tujuan bisnis.

Artikel ini membahas contoh deployment aplikasi web, API, dan container, berikut topologi referensi yang mudah dipahami. Contoh yang digunakan merupakan ilustrasi desain, bukan implementasi pelanggan tertentu atau paket layanan yang otomatis tersedia.

Zettagrid sebagai Fondasi Infrastruktur Aplikasi Modern

Virtual Datacenter atau VDC Zettagrid menyediakan kumpulan resource komputasi, memori, penyimpanan, dan bandwidth untuk mengelola beberapa server virtual. Lingkungan ini memungkinkan pelanggan menyusun infrastruktur untuk aplikasi yang memiliki beberapa komponen. Dokumentasi Virtual Datacenter Zettagrid.

Bagi perusahaan, pendekatan tersebut membuka ruang untuk memisahkan fungsi aplikasi. Server yang menerima permintaan pengguna dapat dibedakan dari server pengolah transaksi dan database.

Perusahaan tidak harus sudah memiliki VMware untuk mengevaluasi layanan ini. Teknologi virtualisasi pada infrastruktur provider merupakan lapisan yang berbeda dari aplikasi yang dibangun pelanggan.

Untuk deployment baru, fokus assessment berada pada sistem operasi, kebutuhan perangkat lunak, jaringan, dan kapasitas. Untuk migrasi, tambahkan pemeriksaan kompatibilitas, lisensi, pemindahan data, serta ketergantungan terhadap sistem sebelumnya.

Positioning Zettagrid dalam konteks ini adalah infrastruktur cloud yang dapat disusun untuk kebutuhan aplikasi bisnis, dengan pilihan perlindungan dan pemulihan yang dievaluasi sebagai bagian dari desain.

Apa yang Dimaksud Aplikasi Modern?

Aplikasi modern dapat berupa portal berbasis web, backend aplikasi mobile, layanan API, maupun aplikasi yang dikemas dalam container.

Ciri yang ingin dicapai biasanya meliputi kemudahan memperbarui fitur, pemisahan komponen, pemantauan operasional, dan kemampuan menambah kapasitas secara terencana.

Perusahaan dapat memulai dari aplikasi yang berjalan langsung pada sistem operasi. Container menjadi pilihan ketika tim membutuhkan pengemasan aplikasi dan dependensi yang lebih konsisten.

Kubernetes baru relevan ketika kebutuhan pengelolaan banyak container, penjadwalan workload, dan operasi cluster sebanding dengan kompleksitasnya. Pemilihan teknologi sebaiknya mengikuti kebutuhan serta kemampuan tim.

Use Case 1: Portal Pelanggan dan Aplikasi Pemesanan

Bayangkan perusahaan distribusi ingin menyediakan portal agar pelanggan dapat melihat katalog, membuat pesanan, dan memantau pengiriman.

Aplikasi ini memiliki beberapa fungsi: antarmuka pengguna, pemrosesan pesanan, penyimpanan transaksi, serta integrasi dengan sistem internal.

Dalam rancangan berbasis VDC, komponen aplikasi dan database dapat ditempatkan pada server berbeda. Akses pelanggan diarahkan melalui pintu masuk yang dikendalikan, sementara database hanya menerima koneksi dari komponen yang berwenang.

Bagi bisnis, manfaat desain ini adalah pengembangan yang lebih terarah. Ketika permintaan meningkat, tim dapat mengevaluasi kapasitas lapisan aplikasi tanpa langsung mengubah seluruh lingkungan.

Sebagai contoh, proses pembuatan laporan dapat dipisahkan dari permintaan transaksi interaktif agar pekerjaan berat tidak menghambat pelanggan yang sedang memesan.

Keberhasilan deployment diukur melalui waktu respons, keberhasilan transaksi, dan kemudahan pemulihan ketika terjadi masalah.

Use Case 2: Backend Mobile dan Integrasi API

Perusahaan jasa mungkin memiliki aplikasi mobile untuk pelanggan, dashboard operasional untuk staf, dan koneksi ke layanan pembayaran.

Ketiganya dapat menggunakan backend API yang sama. API menerima permintaan, memeriksa identitas pengguna, menjalankan aturan bisnis, lalu mengakses data.

Di atas infrastruktur Zettagrid, tim dapat merancang server API terpisah dari database dan proses latar belakang. Pekerjaan seperti pengiriman notifikasi atau pembuatan dokumen dapat diproses melalui antrean.

Pemisahan ini membantu tim menilai sumber beban secara lebih jelas. Lonjakan pengiriman notifikasi, misalnya, dapat ditangani pada komponen pekerja tanpa memperbanyak seluruh layanan.

Namun, penambahan server memerlukan aplikasi yang mendukungnya. Penyimpanan sesi, penanganan permintaan berulang, dan konsistensi transaksi perlu dirancang sejak awal.

Nilai cloud pada skenario ini terletak pada tersedianya lingkungan untuk mengembangkan arsitektur sesuai pola penggunaan.

Use Case 3: Container untuk Pengembangan dan Peluncuran Fitur

Tim pengembang sering menghadapi perbedaan konfigurasi antara laptop, lingkungan pengujian, dan produksi. Container dapat membantu mengemas aplikasi beserta dependensinya agar proses deployment lebih konsisten.

Untuk aplikasi dengan beberapa komponen dan kebutuhan sederhana, Docker Compose dapat dipertimbangkan pada server Linux yang sesuai. Dokumentasi Docker menjelaskan penggunaannya untuk lingkungan pengujian maupun produksi, dengan penyesuaian konfigurasi produksi. Panduan Docker Compose untuk produksi.

Dalam rancangan di Zettagrid, container berjalan pada VM yang dipersiapkan pelanggan atau partner. Tim tetap mengelola sistem operasi, runtime, image aplikasi, konfigurasi, dan pembaruannya.

Lingkungan staging digunakan untuk menguji versi baru sebelum masuk produksi. Image yang sudah lulus pengujian kemudian dipromosikan melalui proses deployment yang terdokumentasi.

Pendekatan ini memberi perusahaan dasar untuk mempercepat rilis sambil menjaga kontrol perubahan.

Memilih Solusi Zettagrid untuk Deployment

Pilihan infrastruktur dapat dipahami melalui kebutuhan berikut.

Kebutuhan aplikasiSolusi yang dievaluasiPertimbangan utama
Server individual untuk aplikasi sederhana atau pengujianVirtual ServerKapasitas, sistem operasi, akses, dan backup
Beberapa server dengan pemisahan fungsi dan jaringanVirtual DatacenterHubungan antarkomponen dan pengaturan resource
Lingkungan dengan persyaratan hardware dedicatedBare Metal CloudKonfigurasi perangkat dan platform yang dibutuhkan

Virtual Server berfokus pada kebutuhan server individual. Kesesuaiannya perlu diperiksa terhadap arsitektur aplikasi yang akan dijalankan. Dokumentasi Virtual Server Zettagrid.

Bare Metal Cloud menyediakan pilihan infrastruktur dedicated dan konfigurasi platform yang dapat disesuaikan. Solusi ini relevan ketika perusahaan memiliki persyaratan perangkat atau kontrol lingkungan yang lebih khusus. Bare Metal Cloud Zettagrid.

Untuk contoh portal dan API berlapis dalam artikel ini, VDC digunakan sebagai dasar rancangan. Pemilihan akhirnya tetap mengikuti hasil assessment.

Desain Topologi Aplikasi Modern di Zettagrid

Topologi berikut menggambarkan aplikasi web atau API dengan dua server aplikasi, database privat, dan jalur backup.

Reverse proxy menerima koneksi pengguna dan membagi permintaan ke server aplikasi. Komponen ini dapat berupa perangkat lunak yang dipasang dan dikelola pada VM.

Gambar 1. Desain referensi aplikasi web/API di Zettagrid.

Topologi ini merupakan usulan arsitektur. Reverse proxy, container, database, dan sistem backup perlu dipilih, dikonfigurasi, serta ditetapkan penanggung jawabnya. Garis penuh menunjukkan alur permintaan aplikasi; garis putus-putus menunjukkan alur logis backup untuk database, file, dan konfigurasi aplikasi.

Cara membaca topologi

Lapisan akses publik menerima koneksi pengguna melalui HTTPS. NAT dan firewall mengatur lalu lintas menuju layanan yang dipublikasikan. Dokumentasi Zettagrid menjelaskan penggunaan keduanya dalam lingkungan VDC. Dokumentasi NAT dan firewall Zettagrid.

Lapisan aplikasi menjalankan logika bisnis. Dua instance dapat membagi permintaan apabila aplikasi mendukung operasi tersebut. File unggahan dan sesi pengguna perlu disimpan dengan mekanisme yang dapat diakses secara konsisten.

Lapisan data menyimpan informasi transaksi. Database menggunakan alamat privat dan aturan akses terbatas; koneksinya tidak dipublikasikan langsung kepada pengguna internet.

Lapisan backup menyediakan salinan pemulihan. Selain database, cakupan perlindungan perlu mencakup file pengguna, konfigurasi, dan komponen lain yang diperlukan untuk membangun kembali layanan.

Akses administrator dilakukan melalui jalur pengelolaan privat, misalnya VPN dan bastion yang dirancang terpisah. Port administrasi tidak perlu dibuka untuk seluruh internet.

Mengembangkan topologi menuju availability lebih tinggi

Contoh ini masih memiliki satu reverse proxy dan satu database. Kegagalan salah satunya dapat menghentikan layanan meskipun terdapat dua server aplikasi.

Untuk kebutuhan lebih kritis, rancangan perlu mencakup redundansi pintu masuk, replikasi serta failover database, dan penempatan workload pada domain kegagalan yang sesuai.

Kemampuan penempatan tersebut perlu dikonfirmasi bersama provider. Availability aplikasi ditentukan oleh keseluruhan rantai layanan, termasuk jaringan, penyimpanan, dan dependensi eksternal.

Kapan Kubernetes Layak Digunakan?

Kubernetes dapat dievaluasi ketika perusahaan mengelola banyak layanan container dan membutuhkan pengaturan deployment yang lebih terstruktur.

Pada rancangan ini, Kubernetes diposisikan sebagai platform yang dikelola pelanggan atau partner di atas infrastruktur cloud, bukan sebagai klaim bahwa paket Zettagrid otomatis mencakup managed Kubernetes.

Desainnya perlu memisahkan fungsi control plane, worker, akses aplikasi, dan penyimpanan persisten. Dokumentasi kubeadm untuk cluster dengan availability tinggi menggunakan beberapa control-plane node serta load balancer untuk API cluster. Integrasi cloud dan storage tetap membutuhkan konfigurasi tambahan. Panduan Kubernetes untuk cluster dengan availability tinggi.

Sebelum memilihnya, evaluasi kemampuan tim melakukan upgrade, monitoring, pengamanan cluster, dan pemulihan data. Untuk aplikasi yang masih sederhana, VM atau container pada beberapa server dapat lebih mudah dioperasikan.

Alur Deployment dari Pengembangan ke Produksi

Proses deployment sebaiknya dapat diulang dan ditelusuri. Berikut tahapan yang dapat diterapkan pada rancangan aplikasi di Zettagrid.

  1. Tetapkan kebutuhan aplikasi. Identifikasi pengguna, transaksi, kapasitas data, integrasi, dan target waktu respons. Gunakan kebutuhan tersebut untuk menentukan desain awal.
  2. Siapkan lingkungan. Buat server, jaringan privat, aturan akses, DNS, sertifikat, serta pemisahan staging dan produksi.
  3. Bangun artefak aplikasi. Simpan kode dalam version control, jalankan pengujian, lalu hasilkan paket atau image dengan versi yang jelas.
  4. Uji pada staging. Periksa fungsi bisnis, keamanan akses, koneksi database, dan perubahan skema sebelum rilis.
  5. Rilis dengan kontrol perubahan. Tentukan persetujuan, jadwal, pemeriksaan kesehatan, serta prosedur mengembalikan versi sebelumnya.
  6. Pantau setelah deployment. Amati respons aplikasi, tingkat kesalahan, penggunaan resource, dan keberhasilan transaksi.

Kredensial produksi harus dikelola terpisah dari kode sumber. Proses rollback juga perlu memperhitungkan perubahan database; mengembalikan image aplikasi belum tentu mengembalikan kondisi data.

Backup dan Pemulihan Sejak Awal

Aplikasi modern tetap membutuhkan perlindungan data. Image container dapat dibuat ulang, tetapi transaksi dan dokumen pengguna memerlukan mekanisme pemulihan tersendiri.

Zettagrid menyediakan Veeam Cloud Connect Backup untuk memperluas lingkungan Veeam ke tujuan backup offsite. Penggunaannya perlu disesuaikan dengan sistem sumber, lisensi, serta desain lokasi cadangan. Veeam Cloud Connect Backup Zettagrid.

Untuk kebutuhan pemulihan lingkungan virtual yang didukung, Zerto SecondSite menyediakan pendekatan replikasi dan recovery site. Kesesuaiannya terhadap arsitektur aplikasi perlu dinilai sebelum dipilih. Zerto SecondSite Zettagrid.

Tetapkan toleransi kehilangan data atau RPO dan target waktu pemulihan atau RTO. Kemudian uji pemulihan aplikasi lengkap, termasuk database, konfigurasi, koneksi, dan akses pengguna.

Untuk workload yang sudah berada di cloud, pastikan tujuan backup benar-benar memiliki pemisahan lokasi atau domain kegagalan sesuai kebutuhan.

Mengelola Kapasitas, Biaya, dan Tanggung Jawab

Kapasitas awal sebaiknya ditentukan melalui pengukuran atau pengujian beban. Jumlah pengguna saja belum menggambarkan kebutuhan CPU, memori, maupun performa penyimpanan.

Pantau komponen yang menjadi hambatan sebelum menambah resource. Aplikasi lambat dapat disebabkan query database, koneksi eksternal, atau konfigurasi, sehingga penambahan server belum tentu menyelesaikannya.

Perhitungan biaya perlu mencakup server, storage, konektivitas, lisensi, backup, monitoring, dan waktu pengelolaan. Siapkan anggaran untuk staging serta cadangan kapasitas.

Pembagian tanggung jawab juga harus jelas. Ruang lingkup provider pada infrastruktur berbeda dari pengelolaan sistem operasi, container, database, dan aplikasi.

Perusahaan dapat mendiskusikan pendampingan dengan partner sesuai penawaran. Tentukan siapa yang melakukan patching, menerima notifikasi, menangani insiden, dan menjalankan restore.

FAQ: Deploy Aplikasi Modern di Zettagrid

Apakah perusahaan harus menggunakan VMware sebelumnya?

Tidak. Deployment aplikasi baru dapat direncanakan berdasarkan kebutuhan sistem operasi dan aplikasi. Jika memindahkan sistem lama, kompatibilitas dan metode migrasinya tetap perlu diperiksa.

Apakah aplikasi harus menggunakan container?

Tidak. Aplikasi dapat dirancang untuk berjalan langsung pada VM. Container menjadi pilihan ketika manfaat pengemasan dan pengelolaannya sesuai kebutuhan tim.

Apakah dua server aplikasi sudah menjamin layanan selalu tersedia?

Belum. Database, reverse proxy, jaringan, storage, dan dependensi lain juga perlu dievaluasi. Pengujian kegagalan membantu menunjukkan batas availability rancangan.

Apakah cloud otomatis mengelola seluruh aplikasi?

Cakupannya mengikuti layanan yang dibeli. Pengelolaan aplikasi, database, dan platform container perlu ditetapkan secara eksplisit.

Bangun Aplikasi Sesuai Tahap Pertumbuhan Bisnis

Deploy aplikasi modern di Zettagrid dapat dimulai dari portal pelanggan, backend mobile, atau lingkungan pengembangan yang memiliki tujuan jelas.

Zettagrid menyediakan fondasi infrastruktur, sedangkan desain aplikasi menentukan bagaimana kapasitas digunakan, data dilindungi, dan layanan dipulihkan. Dengan pembagian tanggung jawab serta pengujian yang tepat, perusahaan dapat mengembangkan lingkungan tersebut mengikuti pertumbuhan bisnis.

Pelajari Strategi Cloud di Blog Arupa.id

Sedang merencanakan aplikasi baru atau mengevaluasi infrastruktur yang sudah berjalan? Temukan panduan tentang cloud, deployment aplikasi, backup, dan disaster recovery untuk membantu menyusun langkah berikutnya.

Jelajahi Blog Arupa.id →

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *