
Tahun 2026 membawa tantangan baru dalam pengelolaan infrastruktur IT. Waktu tunggu pengadaan server yang semakin panjang, terutama untuk prosesor kelas enterprise seperti AMD EPYC generasi terbaru ditambah dengan kenaikan harga RAM dan keterbatasan storage berbasis flash (NVMe & SSD), membuat perusahaan harus berpikir ulang.
Jika sebelumnya solusi utama adalah scale up hardware, kini pendekatannya bergeser menjadi optimasi software.
Di sinilah platform seperti Dremio mulai menjadi relevan bukan sekadar tools analytics, tetapi sebagai strategi efisiensi infrastruktur.
Tantangan Infrastruktur IT Saat Ini
Beberapa kondisi yang saat ini dihadapi banyak organisasi:
- Waktu pengadaan server semakin lama
- Harga RAM meningkat signifikan
- Storage enterprise semakin mahal dan terbatas
- Infrastruktur jaringan menjadi bottleneck baru
Kondisi ini memaksa tim IT untuk menjawab satu pertanyaan penting:
Bagaimana mendapatkan performa maksimal tanpa menambah hardware?
Perubahan Pendekatan: Dari Hardware ke Software Optimization
Pendekatan modern dalam arsitektur data tidak lagi bergantung pada penambahan resource fisik, melainkan:
- Mengurangi beban komputasi
- Mengoptimalkan penggunaan storage
- Memaksimalkan efisiensi CPU & RAM
- Mengurangi traffic jaringan
Dengan kata lain, efisiensi menjadi core strategy, bukan sekadar improvement.
1. Efisiensi Komputasi dengan Data Reflections
Secara tradisional, query SQL bekerja dengan cara membaca data dalam jumlah besar setiap kali dijalankan. Hal ini sangat membebani CPU.
Melalui fitur Data Reflections di Dremio:
- Sistem secara otomatis membuat versi data yang sudah dioptimalkan
- Query tidak perlu dihitung ulang dari nol
- CPU workload berkurang drastis
Dampaknya:
- Query lebih cepat
- Resource CPU lebih hemat
- Server existing bisa digunakan lebih lama tanpa upgrade
2. Efisiensi RAM dengan Apache Arrow
Kenaikan harga RAM membuat pengelolaan memori menjadi sangat krusial.
Dremio menggunakan Apache Arrow sebagai fondasi pemrosesan data:
- Data diproses dalam format kolom (lebih ringan)
- Tidak perlu proses konversi berulang (zero-serialization)
- Penggunaan memori jadi jauh lebih efisien
Selain itu:
- Sistem dapat menangani data besar tanpa crash
- Query tetap stabil meskipun resource terbatas
Dengan RAM yang sama, Anda bisa memproses data lebih banyak.
3. Optimalisasi CPU: Lebih Banyak Output Tanpa Tambah Server
Dalam kondisi keterbatasan server, setiap core CPU harus dimaksimalkan.
Dremio memanfaatkan:
- Parallel processing (multi-threading)
- SIMD (Single Instruction Multiple Data)
Dengan pendekatan ini:
- Satu instruksi CPU bisa memproses banyak data sekaligus
- Semua core CPU bekerja secara optimal
- Tidak ada resource yang idle
Hasilnya:
- Throughput meningkat
- Tidak perlu menambah server baru
Keterbatasan infrastruktur IT di 2026 bukan hanya tantangan, tetapi juga momentum untuk bertransformasi. Dengan pendekatan software-defined:
- Beban hardware bisa dikurangi
- Performa tetap tinggi
- Investasi lebih efisien
Solusi seperti Dremio membantu perusahaan untuk tetap kompetitif tanpa harus terus menambah infrastruktur fisik. Di Arupa Cloud Nusantara, kami membantu perusahaan mengoptimalkan arsitektur data agar tetap efisien di tengah keterbatasan resource.
Hubungi Arupa di marketing@arupa.id atau WhatsApp +62 811–9688–835 sekarang juga, dan dapatkan konsultasi gratis.

