Backup Saja Tidak Lagi Cukup: Membangun End-to-End Data Resiliency di Era Ransomware
Selama bertahun-tahun, backup menjadi salah satu fondasi utama dalam strategi perlindungan data perusahaan. Ketika terjadi kehilangan data, system failure, atau serangan siber, organisasi mengandalkan backup sebagai jalur untuk memulihkan operasional. Namun, lanskap ancaman telah berubah.
Ransomware kini tidak hanya menargetkan production environment, tetapi juga backup repository. Ketika attacker berhasil memperoleh akses ke sistem backup, data cadangan dapat ikut dihapus, diubah, atau dienkripsi.
Pada kondisi tersebut, organisasi bukan hanya berisiko kehilangan data, tetapi juga dapat kehilangan jalur pemulihan terakhir yang dibutuhkan untuk mengembalikan operasional bisnis.
Dalam kondisi tersebut, fokus organisasi tidak lagi hanya pada memiliki backup, tetapi juga memastikan bahwa backup tetap terlindungi dan dapat digunakan untuk melakukan recovery ketika ransomware menyerang.
Backup ≠ Recovery Readliness
Memiliki backup tidak otomatis berarti organisasi siap melakukan recovery.
Backup yang hanya berada di satu lokasi, masih terhubung dengan production environment, atau tidak memiliki perlindungan terhadap perubahan dan penghapusan tetap memiliki risiko ketika terjadi serangan ransomware.
Karena itu, organisasi perlu melihat perlindungan data sebagai sebuah end-to-end process, bukan sekadar aktivitas melakukan backup.
Strategi yang lebih tangguh perlu mencakup beberapa lapisan:
Storage → Backup → Off-site Copy → Immutable Storage → Recovery
Pendekatan ini membantu memastikan bahwa ketika satu lapisan mengalami gangguan, masih terdapat lapisan perlindungan lain yang dapat mendukung proses recovery.
Salah satu komponen penting dalam pendekatan tersebut adalah immutable storage. Dengan mekanisme immutable, data backup dapat dilindungi agar tidak mudah diubah atau dihapus selama periode perlindungan yang telah ditentukan.
Dengan demikian, fokus perlindungan data tidak lagi:
Dengan demikian, fokus perlindungan data tidak lagi sebatas memastikan data telah dibackup, tetapi juga memastikan bahwa data tetap terlindungi dan dapat dipulihkan ketika bisnis membutuhkannya.
Join Our Live Webinar & Demo
Untuk membahas tantangan tersebut secara lebih mendalam, Arupa Cloud Nusantara mengundang para IT Leader, IT Manager, Infrastructure Manager, dan profesional teknologi untuk mengikuti webinar dengan judul:
Beyond Backup: How Modern Organizations Protect Critical Data
Dalam sesi ini, peserta tidak hanya akan mendapatkan insight mengenai perubahan landscape ransomware, tetapi juga memahami bagaimana pendekatan End-to-End Data Resiliency dapat diterapkan dalam lingkungan IT modern.
Lebih dari sekadar presentasi, webinar ini juga akan menghadirkan Live Demo untuk menunjukkan bagaimana perlindungan immutable bekerja ketika terjadi upaya penghapusan terhadap backup.
Apa yang Akan Anda Pelajari?
1. Mengapa Backup Saja Tidak Lagi Cukup
Memahami bagaimana ransomware berkembang dan mengapa backup repository kini menjadi salah satu target serangan.
2. Membangun End-to-End Data Resiliency
Memahami pendekatan perlindungan data yang mencakup storage, backup, off-site copy, immutable storage, hingga recovery.
3. Best Practice untuk Storage, Backup & Recovery
Mengenali prinsip dan pendekatan yang dapat membantu organisasi membangun strategi perlindungan data yang lebih tangguh.
4. Melindungi Backup dengan Immutable Storage
Memahami peran immutable storage dalam menjaga backup dari risiko perubahan atau penghapusan yang tidak diinginkan.
5. Live Demo
Melihat secara langsung simulasi sederhana. Demo ini dirancang untuk menunjukkan satu hal penting:
Ketika backup menjadi target, perlindungan tambahan dapat menjadi pembeda antara kehilangan backup dan tetap memiliki jalur recovery.
Detail Event
Beyond Backup: How Modern Organizations Protect Critical Data
📅 Kamis, 3 September 2026
🕙 10.00 – 11.30 WIB
💻 Online Webinar via Zoom
🎤 Aditya Irawan – Lead Product Architect
Link Registrasi: Register Now
🎁 Exclusive for Attendees
Peserta juga berkesempatan mendapatkan Free Data Resilience Assessment untuk mengevaluasi kesiapan strategi storage, backup, dan recovery di perusahaan.
Assessment mencakup:
- Risk Score
- Gap Analysis
- Recommendation
Sehingga peserta tidak hanya mendapatkan insight dari webinar, tetapi juga dapat memperoleh gambaran mengenai tingkat kesiapan Data Resiliency organisasi mereka saat ini.
Daftarkan Diri Anda Sekarang: Register Now
Gratis dan kuota terbatas.
Frequently Asked Questions (FAQ)
1. Siapa yang dapat mengikuti webinar ini?
Webinar ini ditujukan untuk C-Level, IT Director, IT Manager, Infrastructure Manager, IT Operations, dan profesional IT yang bertanggung jawab atas storage, backup, data protection, dan business continuity.
2. Apakah webinar ini gratis?
Ya, webinar ini gratis dan terbuka untuk peserta yang telah melakukan registrasi.
3. Kapan webinar dilaksanakan?
Webinar akan dilaksanakan pada:
Kamis, 3 September 2026
10.00–11.30 WIB
4. Bagaimana cara mengikuti webinar?
Webinar akan diselenggarakan secara online melalui Zoom. Link Zoom akan dikirimkan melalui email kepada peserta yang telah melakukan registrasi.
5. Apakah peserta akan mendapatkan materi webinar?
Ya. Peserta yang hadir dalam webinar akan mendapatkan materi webinar setelah sesi selesai.
6. Apakah akan ada sesi Live Demo?
Ya. Webinar akan dilengkapi dengan Live Demo yang akan menunjukkan bagaimana immutable storage membantu melindungi backup dari upaya penghapusan atau perubahan.
7. Apakah akan ada sesi tanya jawab?
Ya. Akan tersedia sesi Q&A dan diskusi interaktif bersama speaker di akhir webinar.
8. Apa yang akan saya pelajari dalam webinar ini?
Peserta akan mempelajari:
- Mengapa backup saja tidak lagi cukup menghadapi ransomware.
- Strategi membangun End-to-End Data Resiliency.
- Best practice untuk storage, backup, dan recovery.
- Peran immutable storage dalam melindungi backup.
- Cara meningkatkan recovery readiness.
9. Apa itu Free Data Resilience Assessment?
Free Data Resiliency Assessment adalah evaluasi awal untuk membantu peserta memahami kesiapan strategi storage, backup, dan recovery di organisasi, termasuk Risk Score, Gap Analysis, dan Recommendation.
10. Siapa yang dapat mengikuti Free Data Resiliency Assessment?
Peserta yang hadir berkesempatan mendapatkan untuk mengevaluasi kondisi dan kesiapan strategi data protection di organisasinya dengan cara mengisi feedback form saat acara webinar.




Comments are closed