Transformasi digital membuat semakin banyak data dan aplikasi penting perusahaan berjalan di cloud.
Namun, semakin kritikal workload yang digunakan, semakin banyak pula pertanyaan yang perlu dijawab oleh CIO, IT Director dan infrastructure team.
Di mana data disimpan?
Siapa yang dapat mengaksesnya?
Siapa yang mengoperasikan infrastrukturnya?
Bagaimana backup dan disaster recovery dilakukan?
Bagaimana perusahaan mempertahankan kontrol terhadap workload yang bersifat penting?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut membuat konsep Sovereign Cloud semakin relevan bagi enterprise.
Sovereign Cloud bukan hanya berbicara mengenai lokasi data. Konsep ini juga berkaitan dengan tingkat kontrol perusahaan terhadap data, infrastruktur, operasional dan teknologi yang digunakan.
Bagi organisasi dengan kebutuhan data residency, compliance dan business continuity yang tinggi, aspek tersebut menjadi semakin penting.
Data Residency dan Data Sovereignty, Apa Bedanya?
Kedua istilah ini sering digunakan secara bersamaan, tetapi sebenarnya memiliki cakupan yang berbeda.
Data Residency
Data residency menjelaskan di mana data disimpan atau diproses.
Sebagai contoh, perusahaan dapat menetapkan bahwa data dan workload tertentu harus berada di Indonesia.
Data Sovereignty
Data sovereignty memiliki cakupan yang lebih luas.
Selain lokasi data, perusahaan perlu mempertimbangkan:
- siapa yang memiliki akses;
- jurisdiction;
- security control;
- identity;
- encryption;
- privileged access;
- backup;
- disaster recovery;
- dan governance.
Karena itu, keberadaan data center atau cloud region di Indonesia belum tentu menjawab seluruh kebutuhan sovereignty.
Yang perlu dinilai adalah keseluruhan operating model infrastrukturnya.
Mengapa VMware Relevan untuk Strategi Sovereign Cloud?
VMware telah menjadi bagian dari infrastruktur banyak perusahaan selama bertahun-tahun.
Artinya, organisasi biasanya sudah memiliki:
- virtual machine;
- operational process;
- networking architecture;
- monitoring;
- backup;
- disaster recovery;
- serta kompetensi internal.
Ketika perusahaan mulai membangun private cloud atau sovereign cloud, investasi tersebut tidak selalu harus ditinggalkan.
Broadcom VMware memungkinkan organisasi mengembangkan virtualisasi menuju private cloud yang lebih terintegrasi.
Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat tetap memanfaatkan lingkungan VMware yang sudah familiar sekaligus meningkatkan fleksibilitas dan kontrol terhadap infrastrukturnya.
Sovereign Cloud Bukan Sekadar Menempatkan Server di Indonesia
Ada anggapan bahwa sovereign cloud cukup berarti data dan server berada di dalam negeri.
Dalam praktiknya, perusahaan perlu melihat beberapa aspek lain.
1. Data Sovereignty
Di mana data disimpan dan diproses?
Pertanyaan ini mencakup production data, backup hingga replica.
2. Operational Sovereignty
Siapa yang mengoperasikan environment?
Bagaimana akses administratif diberikan?
Bagaimana proses support dan escalation dijalankan?
3. Technology Control
Teknologi apa yang digunakan?
Seberapa besar perusahaan dapat mengontrol, mengelola atau memindahkan workload?
4. Security
Bagaimana identity, network security, access control dan data protection diterapkan?
5. Business Continuity
Apa yang terjadi jika production environment mengalami gangguan?
Di mana recovery environment berada?
Dengan melihat aspek-aspek tersebut secara menyeluruh, pembahasan sovereign cloud menjadi lebih relevan terhadap kebutuhan bisnis dan risiko perusahaan.
VMware Cloud dan Zettagrid untuk Workload Enterprise
Bagi perusahaan yang sudah menggunakan VMware, cloud berbasis VMware dapat menjadi salah satu pilihan dalam membangun strategi sovereign dan hybrid cloud.
Melalui VMware Cloud Zettagrid, perusahaan dapat menjalankan workload pada cloud environment yang tetap menggunakan teknologi VMware.
Keuntungannya sederhana:
perusahaan dapat mendapatkan fleksibilitas cloud tanpa harus meninggalkan seluruh operating model VMware yang sudah dikenal.
Bagi infrastructure team, familiaritas ini dapat membantu menekan kompleksitas ketika melakukan transformasi.
Use Case 1: Menjalankan Production Workload
Tidak semua aplikasi enterprise memiliki karakteristik yang sama dengan aplikasi internet berskala besar.
Banyak production workload justru lebih membutuhkan:
- performa yang konsisten;
- biaya yang dapat diprediksi;
- kontrol infrastruktur;
- konektivitas yang stabil;
- dukungan lokal;
- dan compatibility dengan environment yang sudah digunakan.
Contohnya dapat berupa:
- ERP;
- database;
- aplikasi internal;
- manufacturing system;
- finance application;
- atau sistem bisnis lainnya.
Untuk workload seperti ini, VMware Cloud dapat menjadi salah satu pilihan yang layak dievaluasi.
Use Case 2: Disaster Recovery
Sovereignty tidak hanya terkait production workload.
Backup dan disaster recovery juga perlu menjadi bagian dari evaluasi.
Perusahaan perlu mengetahui:
- di mana backup disimpan;
- di mana replica berada;
- siapa yang dapat mengaksesnya;
- berapa RPO yang dibutuhkan;
- berapa target RTO;
- serta bagaimana proses recovery dilakukan.
Dengan kata lain, pertanyaannya bukan hanya:
“Di mana aplikasi berjalan?”
Tetapi juga:
“Bagaimana aplikasi tersebut dapat dipulihkan ketika terjadi gangguan?”
Untuk workload kritikal, keduanya sama pentingnya.
Use Case 3: Hybrid Cloud
Menggunakan sovereign cloud tidak berarti seluruh workload harus ditempatkan pada satu platform.
Enterprise dapat mengombinasikan beberapa environment.
Private VMware
Untuk workload dengan kebutuhan kontrol tertentu.
VMware Cloud
Untuk production, development atau capacity extension.
Disaster Recovery Cloud
Untuk business continuity.
Public Cloud
Untuk workload tertentu yang membutuhkan layanan cloud-native.
Pendekatan ini membuat perusahaan dapat menentukan lokasi terbaik untuk setiap workload berdasarkan kebutuhan bisnis.
Inilah prinsip dari workload placement.
Operational Control Sering Terlupakan
Ketika mengevaluasi cloud, perusahaan sering terlalu fokus pada spesifikasi teknis.
CPU.
RAM.
Storage.
Network.
Padahal untuk enterprise, ada faktor lain yang sama pentingnya: operational control.
Beberapa pertanyaan yang perlu diajukan antara lain:
Siapa yang memberikan support?
Bagaimana proses escalation?
Apakah dukungan lokal tersedia?
Bagaimana perubahan infrastruktur dilakukan?
Bagaimana insiden ditangani?
Bagaimana visibility terhadap resource diberikan?
Untuk workload yang kritikal, kualitas operating model dapat sama pentingnya dengan teknologi yang digunakan.
Familiaritas VMware Dapat Mengurangi Kompleksitas
Migrasi cloud selalu membawa perubahan.
Namun besarnya perubahan dapat dikendalikan.
Bagi perusahaan yang sudah menggunakan VMware, VMware-based cloud dapat membantu mengurangi learning curve.
Infrastructure team tetap bekerja dengan konsep yang familiar:
- virtual machine;
- virtual network;
- compute;
- storage;
- resource allocation.
Artinya, perusahaan dapat melakukan transformasi secara bertahap tanpa harus mengubah seluruh proses operasional sekaligus.
Sovereign Cloud Tetap Harus Efisien
Kontrol dan sovereignty tidak berarti perusahaan harus menerima infrastruktur yang mahal atau tidak efisien.
Sebelum membangun sovereign cloud, organisasi perlu memahami actual resource consumption.
Tanyakan:
Apakah VM dengan 16 vCPU benar-benar membutuhkan 16 vCPU?
Berapa rata-rata penggunaan memory?
Berapa storage yang benar-benar terpakai?
Apakah ada idle VM?
Berapa pertumbuhan kapasitas dari tahun ke tahun?
Assessment ini penting untuk menghindari overprovisioning.
Pada akhirnya, sovereignty, performance dan efficiency harus berjalan bersama.
Local Cloud Tidak Otomatis Berarti Aman
Lokasi adalah salah satu faktor.
Namun security tetap membutuhkan arsitektur dan proses yang tepat.
Perusahaan tetap perlu memperhatikan:
- identity;
- access management;
- network segmentation;
- monitoring;
- backup;
- vulnerability management;
- disaster recovery;
- policy;
- dan governance.
Karena itu, label sovereign tidak sebaiknya menjadi satu-satunya pertimbangan.
Yang perlu dilihat adalah keseluruhan architecture dan operating model.
Checklist untuk CIO dan Procurement
Sebelum menentukan cloud infrastructure, beberapa pertanyaan berikut dapat membantu proses evaluasi.
Di Mana Data Berada?
Periksa lokasi production, backup dan disaster recovery.
Siapa yang Mengoperasikan Infrastruktur?
Pahami ownership dan model aksesnya.
Teknologi Apa yang Digunakan?
Pastikan sesuai dengan existing infrastructure dan kebutuhan aplikasi.
Bagaimana Proses Migrasinya?
Migration plan perlu mempertimbangkan dependency, downtime dan rollback.
Bagaimana Data Dilindungi?
Evaluasi backup, replication, RPO dan RTO.
Bagaimana Biaya Dihitung?
Lihat keseluruhan biaya compute, memory, storage, network, support dan operasi.
Bagaimana Jika Kebutuhan Bertambah?
Pastikan infrastruktur dapat mengikuti pertumbuhan workload tanpa menambah kompleksitas yang tidak perlu.
Broadcom VMware, Zettagrid dan Arupa dalam Satu Strategi
Masing-masing memiliki peran yang saling melengkapi.
Broadcom VMware
Menyediakan technology foundation untuk virtualisasi dan private cloud.
Zettagrid
Menyediakan VMware-powered cloud untuk production workload, cloud extension, disaster recovery dan hybrid environment.
Arupa Cloud Nusantara
Membantu organisasi menerjemahkan kebutuhan bisnis menjadi solusi yang lebih terukur, mulai dari:
- VMware assessment;
- licensing;
- capacity planning;
- VMware Cloud;
- migration;
- backup;
- disaster recovery;
- hingga optimization.
Dengan pendekatan tersebut, perusahaan tidak hanya membeli cloud resource.
Perusahaan membangun strategi infrastruktur yang sesuai dengan kebutuhan workload dan risiko bisnisnya.
Mulai Sovereign Cloud dari Workload
Sebelum menentukan teknologi, mulailah dari workload.
Apa data yang diproses?
Seberapa kritikal aplikasinya?
Di mana data perlu berada?
Siapa yang dapat mengaksesnya?
Berapa kebutuhan RPO dan RTO?
Berapa kapasitas yang dibutuhkan?
Bagaimana proyeksi pertumbuhannya?
Apakah existing VMware environment perlu dipertahankan?
Setelah pertanyaan tersebut dijawab, pilihan architecture akan menjadi jauh lebih jelas.
Evaluasi Sovereign Cloud untuk VMware Environment Anda
Jika perusahaan Anda saat ini menggunakan VMware dan mulai mengevaluasi cloud, data residency atau disaster recovery, assessment terhadap existing environment dapat menjadi langkah awal yang tepat.
Diskusikan kebutuhan VMware, VMware Cloud dan Sovereign Cloud bersama Arupa untuk menentukan architecture berdasarkan kebutuhan workload dan bisnis Anda.



