Keberlangsungan operasional bisnis semakin bergantung pada kesiapan infrastruktur IT. Ketika sistem mengalami gangguan, perusahaan tidak hanya menghadapi risiko downtime. Produktivitas, layanan pelanggan, dan aktivitas bisnis juga dapat terdampak.
Bagi PT Traktor Nusantara, menjaga kesiapan pemulihan sistem menjadi bagian penting dari strategi keberlangsungan bisnis.
Melalui kerja sama dengan Arupa Cloud Nusantara dan Zettagrid, Traktor Nusantara menggunakan solusi Disaster Recovery berbasis Zerto untuk mendukung perlindungan sistem dan kesiapan pemulihan ketika terjadi gangguan.
Pengalaman ini menunjukkan pentingnya strategi disaster recovery yang tepat. Tidak hanya dari sisi teknologi, tetapi juga dukungan teknis dan kesiapan operasional.
Mengenal PT Traktor Nusantara
PT Traktor Nusantara merupakan perusahaan yang bergerak di bidang distribusi dan layanan terkait.
Dalam menjalankan aktivitas bisnisnya, perusahaan membutuhkan dukungan infrastruktur IT yang andal. Sistem dan aplikasi menjadi bagian penting dalam mendukung proses operasional sehari-hari.
Seiring meningkatnya ketergantungan pada teknologi, kesiapan menghadapi gangguan sistem menjadi semakin penting.
Gangguan pada infrastruktur dapat memengaruhi akses terhadap aplikasi dan data. Karena itu, perusahaan perlu memiliki strategi pemulihan untuk menjaga kelangsungan operasional bisnis.
Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah Disaster Recovery as a Service (DRaaS).
Tantangan: Menjaga Kelangsungan Bisnis di Tengah Risiko Gangguan IT
Dalam lingkungan bisnis modern, ketersediaan sistem merupakan salah satu faktor penting untuk menjaga operasional.
Namun, perusahaan dapat menghadapi berbagai risiko yang berpotensi mengganggu layanan IT.
Risiko tersebut meliputi:
- Gangguan infrastruktur: Kegagalan server, storage, atau komponen jaringan dapat mengganggu layanan.
- Ancaman keamanan siber: Serangan ransomware dan insiden keamanan dapat memengaruhi akses terhadap sistem.
- Downtime operasional: Gangguan pada aplikasi penting berpotensi menghambat aktivitas bisnis.
- Kompleksitas pemulihan: Proses recovery membutuhkan kesiapan teknologi, prosedur, dan sumber daya.
- Kebutuhan business continuity: Perusahaan perlu menyiapkan langkah pemulihan untuk menghadapi insiden besar.
Berbagai risiko tersebut menunjukkan bahwa perlindungan sistem tidak cukup hanya mengandalkan infrastruktur utama.
Perusahaan juga membutuhkan strategi pemulihan yang dirancang berdasarkan tingkat kritikalitas aplikasinya.
Dalam konteks Traktor Nusantara, kebutuhan menjaga kelangsungan bisnis menjadi bagian penting dari nilai solusi Disaster Recovery Zettagrid.
Solusi yang Digunakan: Zerto Disaster Recovery dari Zettagrid
Untuk mendukung kesiapan pemulihan sistem, Traktor Nusantara menggunakan solusi Zerto Disaster Recovery melalui layanan Zettagrid dan Arupa.
Zerto merupakan teknologi disaster recovery yang dirancang untuk membantu organisasi melindungi dan memulihkan workload ketika terjadi gangguan.
Berbeda dari pendekatan backup tradisional, Zerto berfokus pada replikasi berkelanjutan dan kemampuan pemulihan workload.
Dengan demikian, perusahaan dapat merancang strategi recovery sesuai kebutuhan operasional.
1. Continuous Data Protection
Zerto menggunakan pendekatan Continuous Data Protection (CDP) untuk mendukung replikasi perubahan data secara berkelanjutan.
Melalui teknologi ini, organisasi dapat mengurangi jarak waktu antara kondisi sistem utama dan titik pemulihan yang tersedia.
Selain itu, mekanisme journal memungkinkan pemilihan recovery point berdasarkan riwayat perubahan data yang tersimpan.
Kemampuan tersebut relevan ketika perusahaan membutuhkan pemulihan ke titik waktu tertentu.
Namun, periode journal dan titik pemulihan yang tersedia bergantung pada konfigurasi serta retensi layanan.
2. Disaster Recovery untuk Workload Kritis
Tidak semua aplikasi memiliki tingkat kepentingan yang sama.
Sebagai contoh, sistem yang mendukung transaksi dan operasional utama dapat membutuhkan prioritas pemulihan lebih tinggi.
Zerto memungkinkan organisasi merancang perlindungan berdasarkan kelompok workload yang saling berkaitan.
Dengan pendekatan tersebut, strategi disaster recovery dapat disesuaikan dengan prioritas sistem.
3. Failover dan Failback
Ketika sistem utama mengalami gangguan, perusahaan membutuhkan mekanisme pemulihan pada lingkungan cadangan.
Zerto menyediakan kemampuan failover untuk mendukung perpindahan workload ke recovery site.
Selain itu, proses failback dapat digunakan dalam rencana pengembalian layanan setelah lingkungan utama siap.
Kedua kemampuan tersebut membantu mendukung strategi pemulihan yang lebih terstruktur.
Namun, keberhasilan pemulihan tetap membutuhkan desain, pengujian, dan prosedur operasional yang tepat.
4. Mendukung Target RPO dan RTO
Dalam strategi disaster recovery, terdapat dua indikator utama yang perlu diperhatikan.
Recovery Point Objective (RPO) menunjukkan batas kehilangan data yang dapat ditoleransi berdasarkan waktu.
Sementara itu, Recovery Time Objective (RTO) menunjukkan target waktu pemulihan layanan setelah gangguan.
Teknologi Zerto dirancang untuk mendukung kebutuhan RPO rendah dan pemulihan cepat.
Namun, pencapaian aktual tetap bergantung pada arsitektur, konektivitas, kapasitas, dan kesiapan sistem.
Oleh karena itu, target RPO dan RTO perlu disepakati berdasarkan kebutuhan bisnis serta hasil pengujian.
Mengapa Disaster Recovery Penting untuk Business Continuity?
Disaster recovery merupakan salah satu bagian penting dalam strategi Business Continuity Management.
Tujuannya adalah membantu organisasi menyiapkan proses pemulihan ketika sistem mengalami gangguan.
Tanpa strategi yang jelas, proses recovery dapat membutuhkan waktu lebih lama dan melibatkan berbagai pekerjaan manual.
Sebaliknya, disaster recovery yang direncanakan dengan baik membantu perusahaan menentukan prioritas pemulihan.
Mengurangi Risiko Downtime Berkepanjangan
Gangguan IT tidak selalu dapat dicegah sepenuhnya.
Namun, perusahaan dapat mempersiapkan mekanisme pemulihan untuk mengurangi dampak gangguan.
Melalui replikasi dan failover, solusi seperti Zerto membantu mendukung kesiapan recovery.
Memperkuat Kesiapan Menghadapi Insiden Siber
Ancaman ransomware menjadi salah satu pertimbangan penting dalam strategi perlindungan sistem.
Selain pencegahan, perusahaan perlu memikirkan bagaimana aplikasi dan data dapat dipulihkan setelah insiden.
Dalam konteks ini, kemampuan pemulihan ke recovery point tertentu dapat menjadi bagian dari strategi cyber resilience.
Namun, disaster recovery tidak menggantikan kebutuhan backup terpisah, immutable backup, dan kontrol keamanan lainnya.
Mendukung Kesiapan Operasional
Strategi pemulihan membantu tim IT memahami langkah yang harus dilakukan ketika terjadi gangguan.
Selain itu, pengujian disaster recovery dapat membantu mengidentifikasi kekurangan pada prosedur pemulihan.
Dengan demikian, perusahaan dapat meningkatkan kesiapan operasional secara berkelanjutan.
Pengalaman Traktor Nusantara Menggunakan Disaster Recovery Zettagrid
Manfaat solusi disaster recovery tidak hanya dilihat dari kemampuan teknologinya.
Bagi pelanggan enterprise, kualitas dukungan dan kemudahan koordinasi juga menjadi faktor penting.
Hal tersebut tercermin dalam testimoni PT Traktor Nusantara yang dipublikasikan melalui website resmi Arupa.
Menjaga Kesiapan Business Continuity
Traktor Nusantara menyampaikan bahwa solusi Disaster Recovery Zettagrid memberikan rasa aman dalam menjaga kelangsungan bisnis.
Aspek ini menjadi penting ketika perusahaan menghadapi risiko gangguan operasional dan keamanan siber.
Melalui strategi disaster recovery, organisasi memiliki pendekatan yang lebih terencana untuk menghadapi kebutuhan pemulihan sistem.
Dukungan Teknis yang Responsif
Selain teknologi, Traktor Nusantara juga mengapresiasi dukungan dari Zettagrid dan Arupa.
Responsivitas tim teknis menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan pelanggan.
Terutama ketika perusahaan membutuhkan koordinasi terkait perlindungan data dan kesiapan pemulihan sistem.
Hal ini menunjukkan bahwa layanan disaster recovery tidak hanya bergantung pada fitur produk.
Kualitas dukungan serta komunikasi antara penyedia layanan dan pelanggan juga memiliki peran penting.
Testimoni PT Traktor Nusantara
Pengalaman menggunakan layanan Disaster Recovery Zettagrid disampaikan oleh Machael Chandra, Head of IT Department PT Traktor Nusantara.
“Solusi Disaster Recovery Zettagrid memberi rasa aman dan kemudahan menjaga kelangsungan bisnis di tengah tantangan keamanan siber.”
— Machael Chandra, Head of IT Department, PT Traktor Nusantara
Dalam testimoni yang sama, Traktor Nusantara juga mengapresiasi responsivitas dan komitmen Zettagrid serta Arupa dalam perlindungan data perusahaan.
Pengalaman tersebut memperlihatkan pentingnya kombinasi antara teknologi disaster recovery dan dukungan layanan yang dapat diandalkan.
Bagi perusahaan, keduanya menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan terhadap strategi business continuity.
Apa yang Dapat Dipelajari Perusahaan dari Customer Story Ini?
Pengalaman PT Traktor Nusantara dapat menjadi referensi bagi organisasi yang sedang mengevaluasi strategi disaster recovery.
Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan.
1. Disaster Recovery Perlu Menjadi Bagian dari Strategi IT
Disaster recovery sebaiknya tidak hanya dipersiapkan setelah terjadi gangguan.
Sebaliknya, perusahaan perlu memasukkannya dalam perencanaan infrastruktur sejak awal.
Pendekatan tersebut membantu organisasi memahami kebutuhan perlindungan sistem secara lebih menyeluruh.
2. Tentukan Prioritas Workload
Setiap aplikasi memiliki dampak bisnis yang berbeda ketika mengalami downtime.
Karena itu, perusahaan perlu mengidentifikasi sistem yang paling kritikal.
Hasil evaluasi tersebut dapat digunakan untuk menentukan prioritas recovery dan target RPO serta RTO.
3. Perhatikan Kemampuan Pemulihan
Solusi disaster recovery perlu dievaluasi berdasarkan kebutuhan pemulihan yang sebenarnya.
Sebagai contoh, organisasi dapat mempertimbangkan kemampuan replikasi, failover, dan pengujian recovery.
Namun, spesifikasi teknologi harus disesuaikan dengan kondisi infrastruktur perusahaan.
4. Pastikan Dukungan Teknis yang Memadai
Kualitas dukungan menjadi faktor penting ketika perusahaan menghadapi gangguan.
Selain responsivitas, perusahaan perlu memastikan adanya prosedur eskalasi dan pembagian tanggung jawab.
Dengan demikian, koordinasi selama proses pemulihan dapat dilakukan secara lebih terstruktur.
5. Lakukan Evaluasi secara Berkala
Kebutuhan bisnis dan infrastruktur IT dapat berubah dari waktu ke waktu.
Oleh karena itu, strategi disaster recovery perlu ditinjau dan diuji secara berkala.
Evaluasi membantu memastikan bahwa rencana pemulihan tetap relevan dengan kebutuhan organisasi.
Evaluasi Kesiapan Disaster Recovery Perusahaan Anda
Setiap perusahaan memiliki kebutuhan infrastruktur yang berbeda.
Sebagai contoh, perusahaan dengan aplikasi transaksi kritikal mungkin memerlukan target pemulihan yang lebih ketat.
Sementara itu, organisasi lain dapat memiliki prioritas yang berbeda berdasarkan dampak operasional.
Sebelum menentukan solusi, terdapat beberapa pertanyaan yang perlu dievaluasi:
- Aplikasi apa saja yang paling kritikal bagi operasional perusahaan?
- Berapa lama downtime yang masih dapat ditoleransi?
- Seberapa besar kehilangan data yang dapat diterima?
- Apakah perusahaan sudah memiliki recovery site?
- Bagaimana mekanisme pemulihan jika sistem utama mengalami gangguan?
- Kapan terakhir kali pengujian disaster recovery dilakukan?
- Apakah dukungan teknis dan prosedur eskalasi sudah tersedia?
Jawaban atas pertanyaan tersebut dapat menjadi dasar dalam menyusun strategi disaster recovery.
Selain itu, perusahaan perlu memastikan kesiapan proses operasional dan sumber daya yang terlibat.
Dengan pendekatan tersebut, strategi pemulihan dapat disesuaikan dengan risiko bisnis.
Konsultasikan Kebutuhan Zerto Disaster Recovery Bersama Arupa
Arupa Cloud Nusantara menghadirkan solusi Disaster Recovery Zettagrid berbasis teknologi Zerto untuk mendukung kebutuhan business continuity perusahaan.
Melalui konsultasi dan assessment, organisasi dapat mengevaluasi kebutuhan perlindungan workload serta strategi pemulihan yang sesuai.
Pembahasan dapat mencakup kondisi infrastruktur saat ini, target RPO/RTO, kapasitas sistem, dan kebutuhan disaster recovery.
Pelajari juga solusi Zerto SecondSite Disaster Recovery dari Arupa.
Konsultasikan kebutuhan Disaster Recovery perusahaan Anda bersama tim Arupa.
WhatsApp: +62 811-96-888-35
Email: marketing@arupa.id
Kesimpulan
Customer story PT Traktor Nusantara menunjukkan pentingnya disaster recovery dalam mendukung keberlangsungan operasional bisnis.
Melalui penggunaan solusi Zerto Disaster Recovery dari Zettagrid, perusahaan memperoleh dukungan teknologi yang dirancang untuk kebutuhan pemulihan sistem.
Selain itu, pengalaman pelanggan menyoroti pentingnya dukungan teknis yang responsif dan komitmen penyedia layanan dalam perlindungan data.
Namun, keberhasilan strategi disaster recovery tidak hanya ditentukan oleh teknologi.
Perusahaan juga perlu memperhatikan desain infrastruktur, target pemulihan, prosedur operasional, dan kesiapan tim IT.
Oleh karena itu, pemilihan solusi disaster recovery harus disesuaikan dengan kebutuhan serta risiko masing-masing organisasi.
Dengan strategi disaster recovery yang tepat, perusahaan dapat membangun kesiapan pemulihan yang lebih baik untuk mendukung business continuity.
FAQ
1. Solusi apa yang digunakan PT Traktor Nusantara?
PT Traktor Nusantara menggunakan solusi Disaster Recovery berbasis Zerto melalui layanan Zettagrid dan Arupa. Solusi ini mendukung strategi kesiapan pemulihan sistem serta keberlangsungan bisnis.
2. Apa itu Zerto Disaster Recovery?
Zerto merupakan teknologi disaster recovery yang mendukung replikasi berkelanjutan dan pemulihan workload. Melalui kemampuan tersebut, perusahaan dapat merancang strategi recovery sesuai kebutuhan bisnis.
3. Apa perbedaan Zerto Disaster Recovery dan backup?
Backup menyimpan salinan data untuk kebutuhan pemulihan. Sementara itu, Zerto berfokus pada replikasi dan pemulihan workload untuk mendukung business continuity. Keduanya dapat saling melengkapi dalam strategi perlindungan data.
4. Bagaimana Zerto membantu mengurangi risiko downtime?
Zerto menyediakan kemampuan replikasi dan failover untuk mendukung pemulihan workload. Namun, waktu pemulihan aktual bergantung pada konfigurasi, infrastruktur, serta kesiapan prosedur recovery.
5. Apakah Zerto dapat digunakan untuk menghadapi ransomware?
Zerto memiliki kemampuan journal-based recovery yang dapat membantu pemulihan ke titik waktu tertentu. Namun, fitur tersebut tidak menggantikan kebutuhan kontrol keamanan, backup terpisah, dan strategi cyber resilience.
6. Mengapa dukungan lokal penting dalam disaster recovery?
Dukungan lokal membantu perusahaan melakukan koordinasi teknis dan eskalasi ketika diperlukan. Selain itu, komunikasi yang responsif dapat mendukung pengelolaan layanan disaster recovery.
7. Bagaimana cara menentukan kebutuhan disaster recovery perusahaan?
Perusahaan perlu mengidentifikasi aplikasi kritikal, dampak downtime, dan kebutuhan pemulihan. Selanjutnya, target RPO/RTO serta desain recovery dapat ditentukan berdasarkan kondisi infrastruktur dan risiko bisnis.



