MinIO memperkenalkan dua pilihan berlangganan baru untuk AIStor, yaitu Free dan Enterprise Lite, yang melengkapi paket Enterprise. Kini, organisasi dapat memilih pendekatan object storage sesuai skala infrastruktur, kebutuhan ketersediaan, dan dukungan teknis yang dibutuhkan.
Pengumuman pada 23 Desember 2025 ini memberi ruang bagi lebih banyak tim untuk menggunakan MinIO AIStor, mulai dari pengembangan aplikasi dan riset hingga sistem produksi berskala besar. Hal yang menarik, perbedaan antar-tier tidak semata-mata berkaitan dengan fitur penyimpanan, tetapi juga cara sistem dijalankan dan seberapa besar bantuan operasional yang disediakan.

Ilustrasi tiga pilihan subscription AIStor: Free, Enterprise Lite, dan Enterprise.
Mengapa pilihan subscription AIStor diperluas?
Perusahaan tidak selalu memulai inisiatif data dari ukuran yang sama. Ada tim developer yang hanya membutuhkan lingkungan pengujian pada satu server, ada tim data yang mulai memerlukan cluster dengan ketersediaan tinggi, dan ada pula organisasi yang menjalankan layanan penting sepanjang waktu. Menyamakan semua kebutuhan tersebut ke satu skema langganan tentu tidak selalu efisien.
Melalui tiga tier ini, MinIO menawarkan jalur adopsi yang lebih bertahap. AIStor tetap berfokus pada object storage berperforma tinggi, kompatibilitas dengan API Amazon S3, skalabilitas horizontal, dan dukungan terhadap format tabel terbuka seperti Apache Iceberg. Pengguna dapat menyesuaikan model deployment serta tingkat dukungan tanpa harus beralih ke platform penyimpanan lain ketika kebutuhannya berkembang.
1. AIStor Free: untuk memulai dengan satu node
AIStor Free ditujukan bagi developer, peneliti, pelajar, organisasi kecil, maupun tim yang ingin membangun prototipe dan menguji aplikasi. Paket ini dapat digunakan tanpa biaya langganan dengan arsitektur single-node, yaitu seluruh layanan AIStor berjalan pada satu server atau node.
Meskipun hanya menggunakan satu node, edisi Free menyediakan kemampuan AIStor secara lengkap untuk mode standalone. Jumlah drive yang digunakan tidak dibatasi secara artifisial oleh paket; kapasitas praktisnya mengikuti kemampuan perangkat keras. MinIO juga menyertakan erasure coding dan perlindungan bitrot, yang membantu menjaga integritas data dan menghadapi jenis kegagalan drive tertentu di dalam node tersebut.
AIStor Free relevan untuk laboratorium pengembangan, riset, repositori media, penyimpanan cadangan, dan kebutuhan operasional yang tidak mensyaratkan high availability lintas node. Perlu dipahami bahwa perlindungan drive pada satu server tidak sama dengan redundansi antarserver. Pengguna memperoleh panduan melalui dokumentasi dan komunitas Slack, bukan paket dukungan enterprise. Lisensinya juga membatasi redistribusi atau penjualan kembali perangkat lunak AIStor.
2. Enterprise Lite: multi-node untuk tim yang berkembang
Ketika beban kerja berkembang dan satu node tidak lagi cukup, AIStor Enterprise Lite menjadi pilihan berikutnya. Tier ini menawarkan arsitektur multi-node yang terdistribusi dan dapat diperluas secara horizontal. Karena itu, Enterprise Lite cocok bagi tim yang membutuhkan high availability dan kemampuan bertumbuh, tetapi masih dapat menangani sebagian besar aktivitas operasional secara mandiri.
MinIO memosisikan Enterprise Lite untuk kebutuhan kapasitas di bawah 400 TiB. Paket ini mencakup Lite SUBNET, termasuk pemeriksaan kesehatan sistem dan pelaporan keamanan. Jika tim membutuhkan bantuan langsung dari engineer, tersedia opsi dukungan tambahan dengan SLA kurang dari lima hari. Dukungan tersebut bersifat opsional, bukan otomatis setara dengan layanan premium pada Enterprise.
Ada ketentuan penting saat melakukan perencanaan kapasitas: apabila deployment Enterprise Lite melampaui 400 TiB, langganannya akan otomatis dinaikkan menjadi Enterprise. Oleh karena itu, proyeksi pertumbuhan data perlu diperhitungkan sejak awal, bukan hanya kebutuhan penyimpanan pada hari pertama.
3. AIStor Enterprise: untuk sistem yang kritikal
AIStor Enterprise dirancang bagi organisasi dengan kebutuhan performa, kapasitas, dan kepastian operasional yang lebih tinggi. Seperti Enterprise Lite, tier ini mendukung arsitektur multi-node dengan skalabilitas horizontal. Perbedaannya yang paling menonjol terletak pada dukungan menyeluruh untuk implementasi dan pengelolaan layanan penting.
Pelanggan Enterprise memperoleh proses onboarding khusus, antara lain validasi perangkat keras, penyiapan perangkat lunak, dan pengujian performa. Paket Enterprise SUBNET mencakup diagnostik kesehatan, pelaporan keamanan, tata kelola tim, serta kemampuan pendukung lain untuk operasional di lingkungan perusahaan.
Untuk penanganan masalah, Enterprise menyediakan dukungan langsung ke engineer selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 365 hari setahun, dengan SLA kurang dari empat jam dan fasilitas Panic Button. Kombinasi ini menjadikannya relevan bagi aplikasi bisnis yang kritikal, platform analitik skala besar, dan infrastruktur data yang menuntut respons teknis cepat.

Ringkasan perbedaan ketiga tier berdasarkan informasi resmi MinIO.
Apa perbedaan paling penting di antara ketiganya?
Ketiga tier tersebut menggunakan fondasi AIStor yang sama, sehingga pemilihan tidak perlu dimulai dari asumsi bahwa paket dengan biaya lebih rendah berarti produk penyimpanannya berbeda. Pertanyaan utama justru: apakah organisasi cukup dengan satu node, perlu cluster terdistribusi, atau membutuhkan dukungan engineer yang siaga setiap saat?
Free sesuai untuk penggunaan single-node yang dikelola sendiri. Enterprise Lite mengakomodasi infrastruktur multi-node di bawah 400 TiB dengan dukungan dasar melalui Lite SUBNET dan opsi support tambahan. Enterprise menambahkan proses onboarding dan dukungan premium untuk lingkungan yang dampak gangguannya lebih besar.
Bagaimana memilih tier yang tepat untuk perusahaan?
Mulailah dari arsitektur dan kebutuhan ketersediaan layanan. Jika tujuannya mengembangkan aplikasi atau menguji integrasi S3 dan gangguan satu node masih bisa ditoleransi, Free dapat menjadi titik awal. Namun, bila sistem harus berjalan di beberapa node untuk meningkatkan ketahanan layanan, Enterprise Lite atau Enterprise lebih relevan.
Selanjutnya, evaluasi volume data dan pertumbuhannya. Tim yang mempertimbangkan Enterprise Lite sebaiknya membuat perkiraan kapasitas jangka menengah, karena ambang 400 TiB berkaitan langsung dengan perubahan tier. Ukuran data bukan satu-satunya penentu; kompleksitas sistem, kemampuan tim internal, dan konsekuensi downtime juga perlu dinilai.
Terakhir, tentukan ekspektasi dukungan teknis. Apakah tim siap melakukan troubleshooting sendiri, atau perlu akses cepat ke engineer penyedia ketika terjadi insiden? Jawaban atas pertanyaan ini biasanya membantu membedakan Enterprise Lite dan Enterprise secara lebih jelas daripada sekadar membandingkan nama paket.
Diskusikan kebutuhan MinIO AIStor bersama Arupa
Kehadiran AIStor Free, Enterprise Lite, dan Enterprise memberi organisasi pilihan untuk membangun object storage dengan pendekatan yang lebih sesuai kebutuhan. Sebelum menentukan subscription, penting untuk meninjau desain infrastruktur, kapasitas, ketersediaan, dan dukungan operasional agar keputusan tetap tepat ketika data bertumbuh.
Hubungi tim Arupa untuk mendiskusikan kebutuhan MinIO AIStor di perusahaan Anda, mulai dari penentuan tier, perencanaan kapasitas, hingga skenario implementasinya.


